Soputan Meletus Lagi

Posted: Juli 5, 2011 in Uncategorized

Tapala VikingKembali peristiwa alam terjadi di Bumi “NYIUR MELAMBAI” kali ini musibah alam tersebut terjadi di Gunung Soputan Minahasa Selatan, pada hari minggu, 3 juli 2011 pukul 06.03 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan letusan abu vulkanik setinggi 6 kilometer disertai awan panas ke arah barat.

Tercatat bahwa pada pukul 06.03 WITA terjadi letusan eksplosif dengan ketinggian 6 kilometer,” Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono menjelaskan, petugas sudah memantau pergerakan Gunung Soputan sejak kemarin. Hal ini ditandai dengan keputusan menaikan status Gunung Soputan dari sebelumnya berstatus waspada menjadi siaga. “Sekitar pukul 23.00 WITA, kami menaikan status Gunung Soputan,” kata dia.

Ditambahkannya, pergerakan Gunung Soputan terus mengalami peningkatan ditandai dengan kejadian muntahan material pijar seperti kembang api atau biasa dikenal strombolian pada Minggu dini hari, sekitar pukul 00.24 WITA.

Puncaknya, Gunung Soputan akhirnya meletus pada pagi tadi dengan memuntahkan lava setinggi 6 kilometer.

Surono memastikan, kendati letusan Gunung Soputan tersebut disertai awan panas, PVMBG menganggap tidak perlu dilakukan langkah pengungsian masyarakat sekitar lokasi letusan. Alasannya, jarak antara gunung dengan pemukiman warga umumnya sangat jauh yaitu sekitar 8 kilometer.

Akibat letusan tersebut, Surono mengungkapkan dampak di lapangan sudah mulai terlihat seperti pohon-pohon yang bertumbangan karena terkena abu vulkanik dari letusan Gunung Soputan.

“Kami tidak tahu apakah letusan tadi pagi sudah menjadi puncak dari aktivitas Gunung Soputan,” kata dia. seperti yg saya kutip dari halaman VIVAnews.com

Di samping Gunung Soputan, PVMBG mengakui pihaknya saat ini juga terus memantau pergerakan Gunung Lokon.

DARI 10 gunung tipe A di Sulawesi Utara (Sulut), Gunung Sopu-tan di Minahasa Selatan yang paling rajin mengeluarkan ‘batuk’. Berdasarkan catatan sejarahnya, Soputan pertama kali meletus tahun 1785 silam.
Sedangkan tahun 1966, letusan Soputan sempat memun-cratkan lava ke lereng sebelah barat dan juga arah selatan hingga
menyebar sampai di kompleks persawahan warga di Wino-rangian. Sawah yang ditutu-pinya mencapai luas 26 hek-tar.
Sejak tahun 1785 sampai dengan tahun 2000, telah ter-catat sekurang-kurangnya 25 kali letusan Soputan, baik bersifat eksplosif maupun efusif. Akibat dari kegiatan (letusan) tersebut, mengaki-batkan kerugian harta benda yang tidak sedikit, namun tidak tercatat adanya korban jiwa, kecuali terjadi pengung-sian pada letusan tahun 1984.
Berdasarkan analisa, perio-de letusan Soputan yang ter-panjang adalah 47 tahun dan yang terpendek adalah 1 ta-hun. Sifat letusan Soputan umumnya dalam satu periode kegiatan terjadi beberapa kali letusan dengan selang waktu antara beberapa minggu hing-ga beberapa bulan. Seperti yang terjadi pada tahun 2000, selama empat bulan terjadi 6 kali letusan. Begitu pula de-ngan kegiatan-kegiatan sebe-lumnya, seperti yang terjadi pada letusan tahun 1908, 1913, 1915, 1923, 1982 dan 1984.
Jika dihitung secara statis-tik, periode letusan Soputan dari tahun 1785 hingga 2000, rata-rata mempunyai selang waktu letusan sekitar 8,5 ta-hun.
Hingga saat ini, warga di sekitar gunung sudah terbiasa dengan aktivitas Soputan yang kerap meletus disertai sembu-ran debu yang bisa merusak lahan pertanian dan rumah penduduk jika debunya cukup tebal.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s