PR Untuk PSSI

Posted: Oktober 9, 2010 in Artikel

“Timnas Uruguay memang bukan lawan Indonesia”  itulah kalimat yang banyak di uangkpakan masyarakat Indonesia. Tim Merah Putih dibuat tak berdaya setelah dipaksa main setengah lapangan hampir sepanjang pertandingan. Anak asuh Alfred Riedl hanya dua kali mendapatkan peluang matang dan satu dikonversi jadi gol oleh Boaz Salossa menit 17. selanjutnya kendali di pegang Timnas Uruguay, alhasil 7 gol mampu di lesahkan Suarez dkk ke gawang yang di jaga Markus Haris Maulana. “Kita memang kalah kelas, terlihat jelas perbedaan kualitas tim Asia Tenggara dengan tim Piala Dunia dan peringkat 131 lawan posisi 7 dunia. Ditambah lagi, anak-anak terlalu memforsir tenaganya di 15 menit pertama. Hingga akhirnya kelelahan di babak kedua,” ungkap Coach Timnas Indonesia Alfred Riedl usai laga.

Berikut ini PR yang harus diperhatikan oleh Alfred Riedl sebagai pelatih Timnas Indonesia :

Markus Haris Maulana
Tujuh gol yang bersarang di gawangnya terjadi akibat kesalahan pemain belakang. Setidaknya, Markus menghindari gawang Indonesia kebobolan lebih banyak gol.
M. Nasuha
Sering terlambat menutup pergerakan sayap Uruguay. Kegagalannya mempersempit ruang gerak Maxi Pereira ketika melepas umpan kepada Cavani membuat Uruguay menyamakan kedudukan.
Maman Abdulrahman
Tak jauh berbeda dengan Nova. Kesulitan mengantisipasi pergerakan Cavani, sehingga bisa leluasa di daerah pertahanan timnas senior.
Nova Arianto
Tampil buruk di pertandingan ini. Beberapa kali Cavani dan Suarez lepas dari pengawalannya.
Beny Wahyudi
Tidak mampu menjalin komunikasi dengan rekannya di pertahanan. Beberapa kali kecolongan oleh pergerakan Cavani.
Muhammad Ridwan
Terburuk Dalam Pertandingan
Terlalu dipaksakan turun di laga ini walau sedang mengalami cedera ringan. Menjadi salah satu titik lemah pertahanan timnas senior.
Tony Sucipto
Tidak memberikan kontribusi berarti dalam serangan timnas senior. Kalah berduel dengan sayap Uruguay.
Firman Utina
Kalah kelas membuat Firman mengalami kesulitan untuk mengkreasi serangan. Lebih sering membantu pertahanan dibandingkan menjalankan perannya sebagai gelandang serang.
Ahmad Bustomi
Debutnya bersama timnas senior langsung berhadapan dengan tim tangguh. Kalah duel dengan barisan tengah Uruguay, dan berkonsentrasi penuh membantu pertahanan.
Bambang Pamungkas
Secara keseluruhan tidak terlalu istimewa di pertandingan ini. Turut berperan dalam proses gol timnas senior. Umpan matangnya kepada Boaz membawa timnas senior unggul lebih dulu.
Boaz Solossa
Pencetak gol tunggal Indonesia. Beberapa kali merepotkan barisan pertahanan lawan. Sempat mendapatkan peluang emas di babak kedua.
• Pergantian
Slamet Riyadi
Tidak membawa perubahan dalam permainan timnas senior ketika masuk menggantikan M Nasuha.
Yongki Aribowo
Kecepatan Yongki sempat membuat pemain Uruguay sedikit kewalahan. Mendapat peluang, tapi terlebih dulu dalam posisi off-side.
Oktovianus Maniani
Kehadiran Oktovianus menghidupkan serangan timnas senior. Kerja sama dengan Boaz berjalan baik.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s